try to be new and everything must be better :)

Selasa, 20 Desember 2011

TAK ADA BATASAN PROFESI UNTUK SEBERAPA BESAR MENGABDI

bismillahhirrahmanirrahim....

sudah sekian lama nggak nulis di blog,hehe,alhamdulillah kali ini masih diberi kesempatan :)
kali ini aku ingin menuliskan suatu pelajaran penting yang aku dapat ketika awal-awal masuk ke dunia kampus.

apa yang aku jalani sekarang mungkin memang buka pilihan utamaku dulu. walaupun, aku sudah merancang sedemikian rupa planning hidupku, tapi jika ternyata ALLAH mempunyai rencana lain, mau apa?hehe, hanya ikhlas kuncinya.

Ya, "ikhlas". seperti itulah yang aku rasakan, mencoba menerima apa yang ada sekarang dan tetap mencoba untuk selalu menjalankannya dengan sungguh-sungguh. bukan hal mudah memang, tapi bukan berarti tidak bisa?hehe,menjadi seorang dokter adalah impianku. misiku dalam mencapai visi hidupku :)
menjadi dokter bukan dokter gigi,hehe
nggak jauh beda sih ya? cuma yang satu ada giginya, yang satu nggak,hahaha
kata orang sih emang nggak jauh beda, tapi bagiku dulu halitu sangat berbeda, mungkin dulu akumemang hanya memandang sebelah mata. menjadi seorang dokter gigi bagiku hal yang sanat 'tanggung'
mengapa? karena bagiku, kalo dokter gigi, bisanya cuma maslah gigi, sehingga ruang geraknya pu terbatas, ketika harus melakukan pengabdian kepada masyrakat juga pun akna terbatas, hanya seputar gigi dan mulut, padahal masalah klise kesehatan pada masyarakat adalah kesehatan secara umum dan menyeluruh.

tapi, alhamdulillah...mungkin ini juga jawaban ALLAH padaku. ALLAH mungkin ingin membukakan pikiranku selama ini. Mencoba mencintai profesi :)
awalnya sempat terbesit dalam pikiranku untuk kembali memepergunakan kesempatan di tahun depan, tapi melihat apa yang aku kerjakan sekarang di sini, aku kembali berpikir, benarkah aku harus masih mengejar impian utamaku dulu?
aku sudah menenmukan hidupku disini, banyak bertemu dan belajar dari orang-orang yang super :) insipiratif :),hal itu semakinmenguatkan aku ketika aku bertemu dengan beberapa dosen yang begitu super sekali :) dokter archadian, dokter ika dewi, dokter trianna, beliau-beliau lah yang kemudian semaki membukakan mataku, bahwa menjadi bagian dari profesi Dokter Gigi bukanlah hal yang salah. lewat beliau-beliau lah secara perlahanaku menjadi mantap dengan apa yang aku jalankan dan ternyata dahulu beliau pun juga merasakan hal yang sama, profesi dokter gigi menjadi pilihan kedua, bukan pilihan utama, tapi, ternyata jalan ALLAH begitu indah, justru dari profesi dokter gigi inilah belaiu dpat semakin berkembang dan semakin percaya bahwa tidak ada yang salah dengan dokter gigi :) terima kasih, dok :)

bukan hanya dosen yang membantuku untuk semakin emmebuka pikiranku, tapiALLAH juga mempertemukanku dengan orang-orang super lainnya, mbk zandy :)
aku belajar banyak dengan beliau, hal yang sama, sama-sama dirasakn, menjadi doker gigi bukan masuk pilihan utama, tetapi, lagi dan lagi rencana ALLAH begitu indah, mbk zandy bilang siapa yang tahu rencana ALLAH, justru malah ketka kita dibawa di tempat yang buka tujuan kita yang utama sesungguhnya, disitulah kamu akan berkembang, kamu akan menemukan hidup, love you, mbk zandy :')

ya, ini mungkin adalah cara ALLAH untuk menunjukkan padaku, bahwa tak ada yang salah dengan apa yang aku jalani sekarang. segala aktivitasku yang telah aku bangun disini, tak mungkin akan aku tinggalkan hanya demi mengingat egoku. jika maslahnay hanya soal ruang mengabdi yang terbatas, menurutku sekarang tidak, TIDAK ADA BATASAN PROFESI UNTUK SEBERAPA BESAR MENGADBI
bukan hanya dokter, tapiseluruh lapisan profesi pun bisa mengabdi, mengabdi sesuai apa yang dimilki,
terima kasih ALLAH, aku yakin masih ada banyak rahasi-rahasia indahMu untukku,
sampaikan aku sellau pada keamnfaatan, jauhkan dari kemudhorotan, beri sellau peringatan :)
ALLAHHU GHOYATUNA....

Minggu, 20 November 2011

layanan kesehatan indonesia vs luar negeri



Akhir-akhir ini sangat sering kita menjumpai beberapa masyarakat Indonesia yang memilih untuk berobat keluar negeri. Bahkan, menteri kesehatan kita pun juga berobat ke luar negeri. Sebagai, masyarakat yang awwam tentunya kita bertanya –tanya. Apakah pelayanan kesehatan dan kualitas dokter di Indonesia begiu rendah? Sehingga masyarakat Indonesia lebih memilih dan percaya kepada pelayanan kesehatan di luar negeri. Sebagai seorang Meneteri Kesehatan pula, bukankah seharusnya beliau cukup bertanggung jawab akan perkembangan Pelayanan Kesehatan Indonesia? Bukankah beliau juga seharusnya tahu betul akan kualitas pelayanan dan dokter Indonesia? Jika beliau saja yang diangggap paling tahu lebih memilih luar negeri sebai tempat beliau berobat, berarti apa ada yang salah dengan pelayanan kesehatan di negara kita ini? Atau keputusan bu Menteri untuk berobat ke luar negeri merupakan rujukan dari sang dokter? Entahlah, kita hanya bisa berprasangka dan menduga-duga saja.
Secara kasat mata jika kita melihat bentuk pelayanan kesehatan di Indonesia ini, kita cukup mengelus dada. Kita patut prihatin dengan kondisi ini. Seberapa sering sekarang kita mendengar dan melihat di televisi kasus Rumah Sakit yang tak jarang memberikan pelayanan kesehatan buruk bagi masyarakat. Ingat kasus Prita? Itu bisa menjadi salah satu bentuk contoh akan cerminan pelayanan kesehatan di Indonesia. Di kota-kota yang notabene adalah kota-kota besar saja bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan masih sangat sering tidak memuaskan pelanggan. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa ketidakpuasan itu lebih sering kita temui pada Rumah Sakit yang notebene pula adalah Rumah Sakit Umum milik Pemerintah? Seharusnya jika itu Rumah Sakit Umum milik Pemerintah harus sebisa mungkin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, bukan sebaliknya. Kondisi Rumah Sakit di Indonesia ini juga tidak bisa tersebar secara merata di berbagai daerah. Lihat saja Rumah Sakit yang berada di Kabupaten atau daerah. Kondisi yang ada semakin membuat kita untuk mengelus dada. Di daerah saya sendiri, Kabupaten Rembang, kondisi pelayanan kesehatan yang ada masih jauh dikatakan dari baik. Jumlah tenaga medis sangat terbatas, dokter yang bertugas di sana sangat sedikit jumlahnya, bahkan dulu saya pernah menemui dokter yang dulu ketika saya kecil menangani saya, sampai sekarang masih menangani adik saya yang padahal itu sudah lebih dari 13 tahun yang lalu. Kondisi fisik beliau pastilah sudah berbeda. Beliau seharusnya sudah bisa beristirahat, namun karena terbatasnya jumlah dokter di sana, maka beliau tetap harus bekerja di Rumah Sakit itu. Kondisi rawat inap yang ada juga tidak bisa kita katakan layak. Bahkan, untuk ruang kelas VIP sekalipun. Apalagi, kelas yang berada di bawahnya? Penanganan yang cukup lama terhadap pasien. Sering kali di daerah saya dokter salah penanganan terhadap seorang pasien yang tentunya hal itu sangat merugikan sang pasien. Terlebih lagi Rumah Sakit di daerah saya hanya ada satu Rumah Sakit. Hal itu tentu tidak sebanding dengan jumlah warga yang ada dan inilah yang menjadi salah satu faktor juga yang menyebabkan kondisi Pelayanan Kesehatan yang tidak baik.
Berdasar pada salah satu informasi yang saya dapatkan di Internet, ada beberapa alasan mengapa Pelayanan Kesehatan di Indonesia belum bisa dikatakan baik. Hal itu dapat kita lihat dalam tiga kaca masalah. Yang pertama adalah siakp tenaga kesehatan kurang ramah, komunikatif, dan profesional, sehingga pelayanan kesehatan tidak tepat sasaran. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan meningkatkan frekuensi senyum, latihan komunikasi terutama dalam anamnesa pasien, dan belajar berpikir kritis dari kasus-kasus kesehatan.
Sedangkan yang kedua adalah kondisi ruang tunggu yang kurang nyaman. Hal ini bisa diatasi dengan menciptakan ruang tunggu yang bersih (dibersihkan pagi dan sore), menyediakan majalah atau bacaan lain agar pasien tidak bosan. Saya sangat sering melihat banyaknya pasien-pasien yang terlantar di teras-teras Rumah Sakit. Pernah suatu ketika saya mencoba bertanya kepada salah satu pasien. Saya menanyakan mengapa mereka berada di teras-teras seperti ini? Mereka pun menjawab bahwa sejatinya mereka sedang menunggu pihak Rumah Sakit menanganinya. Sudah hampir dari satu minggu mereka belum mendapat penanganan, padahal penyakit yang mereka derita cukup parah dan itu tidak hanya ada pada satu dua pasien, tetapi lebih dari itu. Sangat miris melihat kenyataan seperti itu. Lamanya waktu pemeriksaan laboratorium juga menjadi alasan mengapa kondisi pelayanan kesehatan di negara kita belum bisa dikatakan baik. Hal ini mungkin dapat diatasi dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan skill petugas laboratorium.
Profesionalitas tenaga medis di Indonesia sebenarnya tak ckup perlu diragukan. Indonesia memilki dokter-dokter yang cukup handal. Kita lihat saja, ketika masa studi, ketika kita memilih luar negeri sebagai tempat kita studi, pada saat kerjanya nanti kita tidak bisa langsung praktek kerja di Indonesia. Ada beberapa test yang harus kita jalani, karena memang di Indonesia untuk profesi dokter kita mempunyai indikator sendiri di mana setiap calon dokter harus bisa melampaui indikator tersebut. Namun, perlu digaris bawahi, kejadian malpraktek yang saat itu pernah sering kita dengar, bisa menjadi kritikan tajam bagi para dokter Indonesia. Dokter Indonesia adalah dokter handal. Jika dikatakan dokter kita cukup profesional, mengapa masih ada tindak malpraktek? Inilah PR bagi Perguruan Tinggi. Ketika dibuka penerimaan mahasiswa baru, setiap Perguruan Tinggi harus benar-benar bisa menyeleksi secara ketat. Potensi setiap individu perlu diperhatikan. Begitu pula selama masa studi ditempuh. Jangan hanya mencari tambahan “bonus” sehingga potensi dilupakan.
Berbeda dengan kondisi Pelayanan di Indonesia, Kondisi Pelayanan Kesehatan di luar negeri sudah bisa masuk dalam kategori baik. Kita lihat saja, negara tetangga kita, Singapura. Mereka begitu menjamin pelayanan kesehatan mereka bagi warga negaranya. Banyak hal beberapa warga memilih Singapura sebagai tempat berobat. Singapura sangat mengedepankan keungggulan, keselamatan dan kepercayaan, dengan fasilitas berakreditasi internasional dan dokter-dokter yang terlatih diberbagai pusat kesehatan terbaik di dunia. Sistem pelayanan kesehatan Singapura menduduki peringkat keenam terbaik dunia dan teratas di Asia menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO tahun 2000. Di samping itu, 13 rumah sakit dan pusat kesehatan di Singapura telah mendapat akreditasi Joint Commission International (JCI). Hal lainnya adalah transparansi sistem. Singapura melalui Departemen Kesehatannya selalu memberikan informasi tentang berbagai masalah kesehatan secara transparan kepada warga negaranya, terutama informasi-informasi vital terkait kesehatan manusia. Tentu hal seperti ini sangat bermnafaat bagi warga negaranya. Keunggulan pelayanan yang lebih berfokus pada pasien juga menjadi alasannya. Keunggulan Singapura yang berfokus pada pasien ini sangat membuat pasien merasa dihargai. Biaya tak urung juga menjadi alasannya. Biaya menjadi pertimbangan penting bagi banyak pasien internasional. Misalnya, bagi pasien tanpa asuransi atau berasuransi kecil dari Amerika, perawatan di Singapura hanya memakan biaya kurang lebih seperlima dibandingkan biaya di negara asal mereka. Biaya tersebut setara dengan biaya yang diberikan oleh tujuan-tujuan wisata medis Asia terkemuka lainnya. Bahkan setelah menghitung biaya akomodasi dan perjalanan bagi pasien dan pendampingnya, biaya yang dapat dihemat masih cukup signifikan. Di samping biaya yang terjangkau ini, pasien di Singapura dijamin menikmati perawatan kelas dunia dan hasil klinis yang memuaskan.
Terlalu banyak yang kita bandingkan antara pelayanan kesehatan di negeri kita dan negeri orang. Masih banyak hal pula yang harus segera Indonesia benahi demi tercapainya kondisi pelayanan kesehatan yang baik. Semua ini akan tercapai jika adanya kerja sama dari semua lapisan. Kemitraan erat antara pemerintah sebagai regulator, dunia usaha yang menyediakan pelayanan kesehatan, dan universitas sebagai pusat pengembangan dan penelitian guna meningkatkan teknologi dan fasilitas kesehatan terbaik.
                                                               -isti noor masita/ PDG 2011-

Jumat, 22 Juli 2011

lebih sakit jika menyakiti orang lain


bismillahhirrahmanirrahim..

                Dalam hidup tak jarang kita selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Kita harus memilih satu dari semua pilihan yang ada. Bukan hal mudah pasti menentukan mana pilihan terbaik yang harus kita ambil. Akan banyak pertimbangan di sana sini. Pertimbangan dari segi manfaat dan mudhorot. Terlebih kita hanya manusia biasa, kita tak tahu apa-apa, bahkan kita tak tahu apa yang terbaik bagi kita, hanya ALLAH yang tahu mana yang terbaik bagi kita. Kita hanya bisa terus berikhtiar dan berdoa kepadaNya.
                Ketika kita sudah memilih satu pilihan kita masih harus memantapkan pilihan itu. Apalagi bisikan-bisikan syetan yang senang sekali menggoyahkan hati kita. Musti kudu istiqomah penuh. Kita sendiri juga tidak boleh terlalu egois untuk memilih suatu pilihan. Ada banyak orang di sekitar kita, pilihan yang kita ambil harus melihat keadaan orang di sekitar kita. Apakah dengan pilihan yang kita ambil itu, orang-orang di sekitar kita akan mendapatkan manfaat atau bahkan mudorot. Jangan sampai apa yang kita pilih bisa membuat orang lain merasa kecewa ataupun sedih. Tapi, itu pun bukan hal mudah. Setiap manusia itu berbeda, apa yang diinginkan setiap manusia pasti berbeda, makanya acap kali jika kita meminta suatu saran dari setiap orang, apa yang orang lain sarankan pasti berbeda dengan maksut dan keinginan kita. Tak jarang ujung-ujungnya hanya akan’berdebat’.
                Jika masing-masing orang keras kepala, perdebatan itu tak akan merujuk pada suatu kesepakatan. Sejak awal, mungkin kita hanya ingin berdiskusi, saling meminta saran satu sama lain, tapi tetap saja debat yang selalu menghiasi di setiap perbincangan. Jika apa yang diperbincangkan menyangkut maslah kita, pasti kita lah yang mnentukan keptusan akhirnya. Entah seperti apa saran dari orang lain yang telah diberikan. Keputusan akhir  kita sering kali tak sependapat dgn orang lain, bahkan bisa jadi malah membuat orang lain sedih dan kecewa. Kita sudah cukup sulit mengambil keputusan yang kita anggap begitu rumit, tapi ditambah keputusan itu ternyata membuat orang lain sakit, kita merasa ‘lebih sakit’.
                Membuat orang lain sakit menjadikan kita tak mudah menjalankan keputusan yang telah kita ambil. Rasa beban selalu ada. Beban dan ragu. Tapi, mau bagaimana lagi? Kita tak akan bisa menjelaskan secara detail apa maksut dan tjuan kita sbenarnya. Lagi-lagi.. apa yang tersimpan dalam hati tak akan pernah bisa terwakilkan oleh kata. Aku tak tahu, apa hanya aku yang mengalami seperti itu,krena itu sifat di dalam diri aku, atau memang semua orang juga merasakan hal yang sama. Entahlah, aku selalu saja tak bisa ‘sempurna’ menulis kata untuk mewakili apa yang tersimpan dalam hati.

Kamis, 21 Juli 2011

Semarang, Good Bye..

bismillahhirrahmanirrahim...

alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk menulis,setelah beberapa hari sempet nggak mood banget untuk nulis,hehehe..., walaupun postingan kali ini hanya berupa sbuah nostalgia,smoga tetap dapat mmberikan mnfaat,aamiiinnnn :)


Waktu rasanya berjalan begitu cepat. Nggak kerasa sebentar lagi aku akan menyandang status sebagai seorang mahasiswa, padahal rasanya baru kemarin daftar masuk SMA. Akhirnya cukup 3 tahun aku menghabiskan waktuku di Semarang sebagai kota perantauan pertamaku.
Aku masih ingat benar pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini. Masih terekam jelas dalam benakku bagaimana waktu itu aku sibuk sekali mempersiapkan ujian masuk SMA favorit di kota ini. Bermodal nekat dan yakin kepada ALLAH serta restu orangtua aku mencoba mendaftar di SMA favorit ini, mana lagi jika bukan SMA N 3 Semarang. Jelas hal pertama yang aku rasakan adalah minder. bagaimana tidak? untuk siswa luar kota seperti aku ini hanya dijatah 10 persen dari siswa yang mendaftar, padahal jumlah siswa yang mendaftar sampai ribuan. Tapi,mencoba nggak ada salahnya juga kan? hehe, mungkin saja rejekiku ada di sana,hehe. Jujur ujian masuk SMA ini adalah ujian pertamaku di mana untuk pertama kali aku merasakan cemas dan gelisah.(lebay ya?haha). Mana ujian masuknya itu nggak sekali tahap, tapi musti dua kali tahap, bikin makin deg2an aja,hehe. Tapi, yasudahlah aku memasrahkan semua pada ALLAH, yang penting aku sudah berusaha,hehe.

Ujian Tahap satu sudah cukup menurunkan rasa optimisku ketika itu. Aku merasa tak sempurna menjawab semua soal yang sudah disediakan tadi. Apalagi jika membayangkan yang diterima hanya 10 persen untuk siswa luar kota, nyaliku menciut seketika. Tapii, yasudahlah lagi-lagi aku mencoba berhusnudzon keapada ALLAH, ALLAH pasti memberikan yang terbaik!
Hari pengumuman untuk ujian tahap satu pun datang. Rasanya udah nggak sabar mau lihat. Ketika itu kebetulan aku dan ibuku sedang pergi ke semarang, jadi bisa langung lihat pengumumannya. Masuk pintu gerbang SMA 3 udah banyak banget orang-orang yang pada nyebarin hasil ujian tahap satu, aku mendapatkan satu lembar. Dalam keadaan masih di mobil aku sibuk mencari nomerku di kertas tadi, cukup rumit, karena yang ditulis hanya berupa nomor dan itu angkanya cukup kecil.Pencarian pertama aku tertunduk lesu, aku tidak melihat nomor ujianku di kertas hasil tadi. Ibuku sudah mencoba menghiburku. Tapi, aku tak puas, aku mencari lagi, mungkin saja tadi karena aku terlalu cemas sehingga aku tidak terlalu teliti, dan akhirnya....... 10466,aku terbelalak kaget, itu kan nomor ujianku? nyaris aku nggak percaya, aku baca ulang sekali lagi, 10466, benar ini nomor ujianku, serta merta aku langsung memeluk ibuku. Ibuku awalnya tak percaya, karena di situ tidak tertulis jelas namaanya, hanya nomor ujian, maka aku dan ibuku akhirnya memutuskan untuk melihat langsung di papan pengumuman walaupun harus berdesak desakan dengan banyak orang. Alhamdulillah ternyata memang benar aku lulus untuk ujian tahap satu. ALLAH memang baik!!! :)


Perjuanganku belum selesai, aku msih harus berusaha untuk lolos tes tahap dua. Aku masih harus bersaing dengan teman-temanku yang lain. Akhirnya dengan waktu kurang dari seminggu aku berusaha berlatih untuk tes toeic,psikotes dan wawancara. Tepat tiba saat ujian tahap dua, aku memasrahkan semua hasilnya kepada ALLAH, apapun nanti yang diberikanNyaitu pasti yang terbaik :)
Sama halnya dengan tes tahap satu tadi, aku juga dilanda kegelisaan dan kecemasan. Ketika tiba di mana hari hasil tes tahap dua diumumkan aku hanya bisa berdoa untuk diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aku tak melihat langsung hasil ujian tahap dua ini. Kakakku yang melihatkannya untukku. Tanganku tak lepas dari hp menunggu telepon dari kakakku. Saat kakakku telepon,rasanya jantung mau copot, dan lagi lagi ALLAH memang baik!!! aku LOLOS!!! ALLAHHU AKBAR!!!!

Itulah awal perjalananku di Semarang. Dari situ lah aku belajar banyak. Sungguh, jika bukan karena ALLAH memberiku kesemptan untuk menimba ilmu di kota ini, mungkin aku tak akan belajar lebih, belajar lebih memaknai hidup.

Pertama kali menginjakkan kaki di bumi Ganesaha, sekolah terfavorit di Semarang, tak ada satupun yang aku kenal. Bagaimana tidak? sepertinya siswa yang berasal dari smp ku hanya aku seorang. Baiklah, itu tandanya aku harus beradaptasi dengan semua yang ada di sini, teman baru,sekolah baru, lingkungan baru. Proses adapatasiku inilah yang akhirnya mengantarkan aku untuk bergelut di beberapa organisasi di sekolah. Yang pasti aku mendapatkan lebih banyak teman dan ilmu.
I LOVE ROHIS,funky but syar'i. MPK JAYA! FDI SKS (Satu Keluarga Semua).
Di ketiga organisasi itulah aku belajar banyak. Dari ROHIS aku tahu mentoring, aku lebih mudah memperdalam ilmu agamaku,aku belajar banyak tentang 'ikhlas' dan 'sabar'. ALLAH pun memperilhatkan betapa indahnya sebuah ukhuwah karena ALLAH dari ROHIS ini.
Dari MPK aku belajar banyak tentang disiplin,profesional kerja,kesiapan mental yang pasti sangat bermanfaat untukku dan teman2 yang lain.
Dari FDI aku belajar tentang hubungan teman layaknya sebuah keluarga, di FDI seru abis!!!!

Mungkin aku kurang bisa meningkatkan prestas akdemikku di SMA 3 ini. Entah mengapa rasanya begitu berat bersaing dengan siswa siswi di sini. Atmosfer yang tercipta di sini adalah semua  murid itu pintar.  Nilaiku pun juga bisa di bilang biasa-biasa saja. Tapi, aku tetap bersykur dari apa yang aku dapatkan. Bagiku nilai apapun yang aku dapatkan tak hanya sekedar sebuah nilai, tapi nilai itu memberikan aku penuh arti, arti sebuah perjuangan untuk mendapatkan nilai, arti kejujuran, arti bersyukur, rasanya begitu berbeda ketika aku dulu duduk di bangku SMP. Walaupun aku mendapatkan nilai yang baisa-biasa saja ketika di SMA ini aku merasa sangat puas, karena aku merasakan betul perjuangan dan semgat ku untuk mendapatka nilai itu. Ketika SMP dulu aku tak pernah merasakan perjuangan penuh untuk mendapatkan sebuah nilai. Hanya ketika aku berada di semarang, pertama kalinya aku belajar sampai harus begadang dan sampai larut.

Setiap jejak yang aku tapaki di kota ini menyimpan penuh arti dan kenangan :)

tak pernah aku menyangka jika pada akhirnya aku pun ahrus meninggalkan kota ini. Memang doaku dulu aku ingin sekali kuliah di tempat yang berbeda dengan aku ketika SMA. Aku ingin setiap kota memberiku kenangan dari setiap perjalanan hidupku. Mendekati kelas 3, saat-saat memilih kuliah, aku ingin aku di semarang saja, entahlah karena apa, tapi yang jelas ketika itu keinginanku untuk kuliah di tempat yang berbeda tak ada alagi, aku tetap ingin di semarang. Tapi, ALLAH mengabulkan doaku yang dulu.
ALLAH pasti punya rencana indah, aku yakin, walaupun ini bukan keinginan utamaku, tapi ini yang terbaik dari ALLAH.


For my lovely sist and my beloved friends...
terima kasih untuk semua :) :)

Lindungi hamba selalu ya ALLAH....tunjukilah jalanMu, jalan yang Haq dan jalan yang Batil, antarkan aku selalu pada jlan yang penuh ridhoMu,aamiiiiiinnn

GOOD BYE SEMARANG :') :')

Minggu, 26 Juni 2011

Ketika aturan dianggap 'FREAK'

bismillahhirrahmanirrahim....

"Lan, ntar aku nebeng ya pulang ke rumah, kita sejalur kan? aku nggak ada yang jemput nih." ajak si Tari kepada Alan, temannya. Si Alan yang terkenal pemuda alim di sekolahnya kontan saja menolak ajakan si Tari. Menurut Alan, dirinya dan Tari bukanlah muhrim jadi haram baginya untuk memboncengkan Tari. "Aduh, maaf ya Tar, aku nggak bisa, kita kan bukan muhrim jadi nggak boleh boncengan berdua."
"He? kan cuma boncengan doank, nggak ngapain-ngapain juga, kamu tuh lho lan, jadi orang jangan freak gitu deh, salaman nggak mau, boncengan juga nggak mau, lama-lama kayak gitu jadi males juga temenan ma kamu."

Nah, lho? pernah nggak teman-teman semua ngerasain kejadian seperti itu?
Bagi anak-anak remaja seumuran kita pasti udah sangat nggak asing denger omongan seperti itu. Merasa aneh nggak sih, kita yang berusaha untuk menjalankan syariat yang telah di tentukan oleh ALLAH langsung malah dianggap 'freak' oleh teman kita. Kejadian di atas adalah contoh kecil di kehidupan remaja sekarang ini, saya sendiri sangat kaget ketika ada teman saya sendiri yang mengatakan seperti itu. Dalam benak saya, saya tidak habis pikir, kok bisa bisanya mereka menganggap aturan ALLAH sebagai hal yang 'freak'. Padahal jelas sekali bahwa hal itu sangat tidak disukai oleh ALLAH. Apa mereka mau menjadi hamba yang dibenci oleh ALLAH karena telah melanggar aturan ALLAH? nauudzubillah...
Seperti kejadian di atas, sebagai seorang muslim kita semua pasti tahu, bahwa haram hukumnya bagi kita bersentuhan dengan bukan mahram. Apa yang dilakukan Alan itu adalah hal benar. Dia menolak ketika dia ditawari teman perempuannya untuk berboncengan. Tapi, pemikiran teman perempuan Alan itu adalah suatu kesalahan besar. Bagaimana tidak? aturan yang diajarkan dalam agama kita, islam, adalah aturan yang langsung dari ALLAH SWT. ALLAH menciptakan aturan bagi hambaNya demi kebaikan hambaNya sendiri. Aturan ALLAH pasti mengantarkan kita pada kebaikan dan menjauhkan kita pada kemudhorotan. Jika kita menganggap aturan ALLAH itu 'freak' berarti kita sama saja meragukan ALLAH. Kita tidak percaya kepada ALLAH atas kasih sayangNya yang DIA berikan kepada kita lewat aturan yang telah ALLAH berikan. Jangan berharap pula kita akan mendapatkan kebaikan  ataupun kesenangan jika kita menganggap aturan ALLAH itu hal yang 'freak'. Karena ketika menganggap aturan ALLAH 'freak' maka tanpa disadari kita menjauh dari jalan ALLAH. Jalan yang dilalui nanti bukan jalan yang penuh dengan Ridho ALLAH dan apa jadinya nanti jika kita berjalan tanpa dituntun oleh ALLAH atau malah jadi kita masuk ke dalam jalan setan, naudzubillah...

Bab II ("SREPEH")

Sekitar pukul lima sore, akhirnya Zalfa sampai di kampung halamannya, Rembang. Ia pijakkan kaki ke tanah bumi kelahirannya, aroma khas pantai Kartini Rembang tercium hingga merasuk menyatu ke dalam raganya. Sungguh Indah Ciptaan Tuhan ini. Tak sabar Zalfa ingin menemui ayah, ibu dan adiknya di mobil yang sudah menunggu dia untuk pulang ke rumah. Sambil setengah berlari segera ia mencium tangan kedua orangtuanya. tak lupa pula ia cium adik semata wayangnya itu. Raut wajahnya begitu bahagia, ia begitu senang bisa berkumpul dengan keluarganya setelah sekian lama ia tidak pulang ke kota tercinta ini. Zalfa adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak perempuannya kini sedang duduk di bangku kuliah, tepatnya di Universitas Diponegoro jurusan Kedokteran, sedangkan adiknya sendiri masih duduk di bangku SD kelas dua. Memang terpaut cukup jauh antara usia Zalfa dan adiknya dibandingkan usia dia dan kakaknya. Tapi, walaupun begitu tak menjadi penghalang bagi mereka untuk selalu tetap saling peduli satu sama lain. "Lho, mbk Rani nggak ikut pulang to, Fa?" "Mboten bu, katanya minggu ini masih banyak ujian." "Owh..,bilangin ke mbkmu nggak usah terlalu ngoyo, kalau capek istirahat,jangan dipaksakan, kemarin sakit magnya gimana?"
"ALhamdulillah, udah sembuh sih, iya, nanti tak bilangin ke mbk Rani." "Mbk Zalfa, aku punya kaset PS baru lhoo." kata Luthfi, adik Zalfa, menyela di tengah-tengah perbincangan dia dan ibunya. "Wah, iya to? asyik donk, nanti main ya sama mbk." "Boleh, nanti kita tanding berdua, pasti mbk Zalfa kalah." tantang si Luthfi. "Ihh...enak aja, nggak donk, mbk Zalfa kan bis amain PS juga, tapi asal nggak sepak bola aja, soalnya mbak Zalfa nggak bisa,hahaha..." Begitulah keluarga Zalfa, selalu riuh penuh canda tawa. Apalagi jika kakak Zalfa, Rina juga ikut berkumpul, akan lebih riuh lagi.
Sesampainya di rumah, Zalfa merebahkan dirinya ke kasur empuk di kamar kesayangannya. Bau harum masih tercium dari seprei yang baru saja diganti. Ibu Zalfa memang selalu menyiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan putri-putri kesayangannya. Seperti ini, dengan dibantu mbk Sri, perempuan yang telah ikut di kelaurga Zalfa sejak 8 tahun yang lalu, ibu merapikan kamar Zalfa. Dari mengganti seprei hingga merapikan lemari. Bahkan ibu juga selalu menyiapkan masakan kesukaan Zalfa dan kakaknya. Walau itu cuma ikan pindang yang dimasak pedas, makanan kesukaan Zalfa, tapi cukup membuat Zalfa untuk menyantap hingga dua kali.
Ia melirik jam beker di meja sebelah kasurnya, pukul setengah enam. Sebentar lagi adzan maghrib berkumandang. Suara Ibu terdengar memanggil zalfa untuk segera mandi dan sholat berjamaah. Sejurus kemudian dia segera menyambar handuk dan pergi ke kamar mandi. Malam sehabis sholat maghrib, Zalfa dan keluarganya menyantap makan malam. Malam ini ibunya memasak ikan bakar, ikan bakar adalah maskan kesukaan Zalfa dan adiknya. Ikan Bakar buatan ibunya ini sederhana,tapi begitu nikmat jika dirasakan. Kali ini Zalfa dan adiknya bahkan sampai menyantap dua kali. Sungguh nikmat ALLAH yang tiada tara.
Minggu pagi Zalfa dan keluarganya berolahraga bersama di alun-alun kota Rembang. ketika sampai di sana, ternyata tak ada yang berubah dengan banguna itu, pikir Zalfa dalam hati. Alun-alun itu masih tetap sama dikekelingi oleh Masjid Agung Rembang di sebelah timur dan SD Negeri 2 di bagian barat. Sedangkan di bagian selatan ada SD Negeri 4, 5 dan 1. Semua masih tampak sama seperti saat ia kecil dulu. Mungkin bedanya kalau alun-alun Rembang pagi ini terlihat lebih ramai dibanding hari-hari biasanya. Sekarang lebih banyak orang yang berolahraga di sini, terlebih lagi sekarang diberlakukan aturan "Car Free Day", seperti di semarang, jadi kapasitas orang untuk berolahraga ataupun sekadar jalan-jalan pagi menjadi lebih banyak. Udara di sini masih bersih ketimbang di semarang. Masih bersih dari polusi-polusi udara. Nggak pernah ada macet seperti layaknya di kota-kota besar. Semua berasa aman,nyaman dan tenteram.
Setelah merasa cukup lelah memutari alun-alun Remabng sambil berlari, zalfa dan keluarganya mencari sarapan pagi. Inilah hal yang sangat disukai Zalfa. Makan sate 'srepeh'. Sate khas Rembang dengan campuran lontong tahu. Sate ini hampir mirip dengan sate ayam, hanya bedanya di bumbunya. bumbu sate ini tak sekental sate ayam, warnanya pun lebih berwarna kemerahan daripada sate ayam biasa. Jika sudah menyantap sate ini rasanya ingin menyantap terus. Pagi itu terlihat ramai warung srepeh yang sudah menjadi langganan keluarga Zalfa. Untunglah masih ada tempat duduk tersisa. Sambil menunggu sate srepeh disajikan, keluarga zalfa beribincang-bincang dengan keluarga lain yang kebetulan adalah tetangga mereka sendri. Begitu sate srepeh disajikan, zalfa dan adiknya langsung menyambar. Satu tusuk ia habiskan, ia menyantapa lagi, benar nikmat rasanya. Saat itu sate srepeh seakan menjadi pelengkap kebahagiaan Zalfa menhabiskan waktu di kota kelahirannya.

I Believe

I Believe Lyrics

featuring Maher Zain

IRFAN MAKKI
When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He’s always close to you

He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

Chorus:
I believe
I believe
Do you believe, oh do you believe?

MAHER ZAIN
Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day

Chorus

If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through

I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace

Chorus

I believe I believe, I believe I believe

Lyrics: Maher Zain, Bara Kherigi & Irfan Makki
     

Laman

Cari Blog Ini